Perwakilan Kota Malang
ArabicEnglishIndonesian

Berita

Kota Malang, Jatim (Humas) KH. Muhammad Tholhah Hasan Ketua Pusat Badan Wakaf Indonesia yang juga mantan Menteri Agama pada hari Rabu, 8/1 bertempat di Aula Kankemenag Kota Malang mengukuhkan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Kota Malang.

BWI Kota Malang yang beranggotakan 12 orang itu diketuai oleh Drs. H. Mas’ud Ali, M.Ag akan melaksanakan tugas – tugas penanganan perwakafan yang ada di Kota Malang untuk periode 5 tahun kedepan (2013 – 2016). PGS Kepala Kankemenag Kota Malang (Machsun Zain, S.Ag. M.Si) dalam sambutannya menyampaikan bahwa menyambut baik dan gembira dengan telah dikukuhkannya BWI Kota Malang, dengan keberadaan BWI ini paling tidak permasalahan2 Perwakafan yang ada di Kota Malang terwadahi serta penanganan perwakafan akan lebih fokus.

Sementara itu KH. M. Tholhah Hasan dalam sambutannya juga menyampaikan bhawa kehadiran BWI bukan untuk menggusur lembaga-lembaga pengelola wakaf yang sudah ada, tetapi menjadi payung yang meregulasi dan menfasilitasi pengelolaan wakaf yg profesional, produktif dan dinamis. Dalam kesempatan itu jga diserahkan Wakaf uang/tunai sebesar satu juta rupiah dari ketua PBW Kota Malang yang baru dikukuhkan dan lembaga perbankanyang dipercaya dalam perwakafan uang/tunai ini adalah Bank Mandiri Syariah. (BHN)

Sumber: kemenag.go.id

Akhirnya Kota Malang memiliki Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kemarin, Ketua BWI Pusat, Prof DR KH M Tholhah Hasan melantik KH Mas’ud Ali sebagai Ketua BWI Kota Malang periode 2013-2016 di kantor Kementerian Agama, Kota Malang.
Ketua BWI Pusat, Prof DR KH M Tholhah Hasan mengatakan, BWI memiliki sejumlah tugas dan wewenang. Yakni melakukan pembinaan terhadap Nazhir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf. Selain itu melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf. “Tugas dan wewenang BWI juga memberikan persetujuan dan penukaran harta benda wakaf. Dan juga memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam penyusunan kebijakan dibidang perwakafan,” jelasnya.

Mengemban sejumlah tugas, BWI juga dihadapkan sejumlah kendala. Diantaranya luasnya sebaran tanah wakaf d Indonesia mencapai 415.980 lokasi dengan luasan 483 ribu hektare.
“Selain itu terbatasnya jumlah SDM dan fasilitas yang dimiliki BWI dalam pengelolaan dan pengembangan tanah wakaf,” jelasnya.

KH Tholhah Hasan juga mengungkapkan kendala nazhir. Saat ini kualitas nazhir harus mendapat perhatian serius. Pasalnya menurut dia, berdasarkan survei, 70 persen nazhir wakaf di Indonesia belum professional. “Bahkan banyak jabatan nazhir diperoleh secara turun temurun tanpa memahami tugas-tugasnya,” bebernya.
Karena itu, BWI mengambil sejumlah langkah penting. Diantaranya membangun kerjasama dengan instansi pemerintah pusat dan daerah dan perbankan syariah. Selain itu, membangun jaringan dengan lembaga wakaf internasional seperti Sekretariat Jenderal Kuwait Awqaf Public Foundation (KAPF), Badan Wakaf Qatar, Awqaf and Minors Affairs Foundation (AMAF) Uni Emirat Arab dan Badan-badan Wakaf Asia Tenggara dan New Zealand. “Sekarang kami juga sedang berusaha membentuk BWI di seluruh Indonesia,” katanya.

Ketua BWI Kota Malang, KH Mas’ud Ali mengatakan pihaknya langsung menyiapkan langkah straregis untuk operasional BWI. Diantaranya mempersiapkan tempat beraktifitas untuk menunjang keberadaan BWI di kota pendidikan ini.
Hadir dalam pelantikan BWI Kota Malang diantaranya, Pjs Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Machsun Zain, S.Ag, Msi, Ketua BWI Jawa Timur, Prof DR Faizal Haq dan Ketua MUI Kota Malang, KH Baidlowi Muslich serta perwakilan Pemkot Malang. Diakhir acara pelantikan kemarin juga diisi dengan penyerahan wakaf tunai kepada BWI Kota Malang. (van/nug)

Sumber: malang-post.com